Dicky Alamsyah Notes

Dicky Alamsyah Notes

© 2026 Dicky Alamsyah Notes.

Meneladani Perjalanan Hidup William Soeryadjaya

Meneladani Perjalanan Hidup William Soeryadjaya

Friday, 16 April 2021 Dicky Alamsyah





Beberapa orang mungkin banyak yang belum tahu, kalau kendaraan sehari - hari orang indonesia yang biasa mereka pakai berasal dari perusahaan yang tidak langsung menjual sepeda motor dan mobil, melainkan berdagang buah - buahan, dan hasil bumi lainya. Perusahaan tersebut tidak berdiri langsung besar, namun berasal dari kantor yang kecil, sempit dan sewaktu-waktu kebanjiran saat hujan tiba. Astra Internasional dimulai hanya empat orang atas ide Pendirinya sendiri yaitu William Soeryadjaya atau biasa dipanggil Oom William. 

Gue sendiri baru tahu banyak tentang Oom WIlliam setelah membaca buku Man of honor: kehidupan, semangat, dan kearifan William Soeryadjaya. Saat membaca buku ini dunia lagi dilanda Virus COVID-19 seluruh dunia terdampak tak terkecuali indonesia, baik dari segi kesehatan dan juga ekonomi. begitu juga dengan dunia bisnis. Pas baca gue tidak pernah berhenti takjub melihat perjuangan seorang anak majalengka yang berumur 12 tahun sudah di tinggal oleh ayahnya dan menjadi tulang punggung untuk ibu dan adik - adiknya. gimana ga takjub, ngeliat nasib kehidupan kedepan gara-gara covid aja sulit banget ngebayanginya. tapi Oom William berbisnis disaat semua kacau balau, dijajah Belanda, lalu dijajah Jepang, abis itu dijajah Belanda lagi, sudah bebas dari Negara lain dan merdeka Indonesia di landa krisis ekonomi yang mengakbatkan inflasi hampir 800% saat itu. ruweeeet pokonya ruweet. 

Karena banyak hal yang bisa dipelajari dari perjuangan hidup dari orang yang bisa dibilang banyak membangun bangsa ini, beberapa pelajaran yang bisa gue rangkum dari seorang William Soeryadjaya

1. Bangun - Pelihara - Besar ya kalau hancur bangun lagi.

Selama hidup belum diketahui kapan selesainya, selama itu juga manusia harusnya terus berjuang. tidak semua bisnis yang beliau buat langsung berhasil, tapi beliau tidak pernah menyerah buat membangunya lagi ketika hancur, seperti ketika dia harus dipenjara karena dicurangi rekan bisnisnya, ataupun saat Astra sedang besar-besarnya dan baru saja Go Public beliau harus melepaskan Seluruh sahamnya untuk menutupi hutang dan uang deposan nasabah bank yang dia punya, padahal saat itu beliah merupakan orang terkaya nomer 2 di Indonesia dalam hidutangan tahun tiba-tiba semuanya berbalik. tapi beliua tidak pernah putus asa, kata-kata yang selalu saya ingat dan terngiang-ngiag adalah "kalau masalah ini sudah selesai nanti kita buat lagi Astra kecil. bayangkan orang yang ngomong gitu orang yang berumur 70 tahun dan harus mengganti uang deposan nasabah ratusan milliar. di sisa waktunya Oom tetap ingin membangun Astra kecil dia akan membangun kembali pabrikan motor, namun selama satu dekade ditengah kewajibanya membayar uang deposan nasabah Bank Summa, mimpinya harus dikubur, karena indonesia dan sebagian negara Asia dilanda krisis moneter. Kebanyakan orang yang kehilangan banyak uang apalagi di umur yang sudah senja pasti akan berhenti. itu tidak berlaku untuk seorang William Soeryadjaya.


2. Memberi tanpa memilih dan berharap kembali.

Beliau selalu memberi  dan berbagi kepada semua orang, Oom William juga di juluki sebagai Mr.Crispy karena Oom william selalu memberikan uang yang ada dikantongnya kepada karyawan yang lewat di depanya, istilahnya salam tempel, dan uangnya itu selalu baru. ataupun ketika dia sedang lari pagi dan melihat tuukang bakso, dia bertanya penghasilanya berapa, lalu diberilah uang untuk tukang bakso sebesar penghasilan hari itu. "Bapak pulang aja, gausah jualan, nikmatin waktu sama keluarga ya hari ini". beliau cuma ingin semua orang punya hari yang indah. Selain itu Oom William juga bukan tipe pengusaha Mikro, dia percaya kepada  para profesional di perusahaan untuk menjalankan perusahaan, dengan memberikan saham kepada profesinal top yang menjalankan bisnisnya. hampir semua bisnisnya. Bukan cuma dari segi materi, banyak profesional dan karyawan beliau yang disekolahkan bahkan sampe keluar negri, tanpa pamrih untuk memajukan bisnisnya. orang yang disekolahkan boleh berkerja ditempat lain ataupun membuka usaha sendiri. baginya kalau orang tersebut bisa berkembang di tempat lain, pastinya orang tersebut juga memberi sumbangsih untuk bangsa ini, yang nantinya juga berimbas kepada Astra.


3. Integeritas

Kalau lewat wikipedia arti integritas adalah praktik bersikap jujur ​​dan menunjukkan kepatuhan yang konsisten dan tanpa kompromi terhadap prinsip dan nilai moral dan etika yang kuat. Dalam etika, integritas dianggap sebagai kejujuran dan kebenaran atau ketepatan tindakan seseorang.

Hal yang selalu buat gue merinding ketika baca bukunya, adalah soal integeritas Oom william dalam berbisnis, banyak hal yang menguji integeritas Oom wiliam dalam berbisnis, salah satunya adalh ketika indonesia dilanda peristiwa MALARI, Astra dituduh antek jepang karena menjual produk-produk jepang, showroom dan pabrik astra saat itu hampir hancur dibakar oleh masa, mobil-mobil buatan jepang dibakar habis. melihat hal itu Oom william memikirkan keselamatan karyawanya terlebih dahulu, setelah masa mereda, dan ditengah ketidakpastian apakah masa akan kembali membuat kerusuhan, Oom William justru malah mau mengganti mobil dan motor yang telah dihancurkan tersebut dengan yang baru. Oom William sama sekali tidak benci sama bangsa ini, malah dia semakin ingin membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, bagi Oom William ketika orang indonesia semua bekerja, pasti kejahatan akan semakin sedikit, ketika semua rakyat indonesia taraf hidupnya naik, pasti mobil dan motor astra juga akan banyak yang laku terjual. juga ketika banjir melanda tahun 80an, Oom juga mengganti semua mobil yang baru dibeli pelangganya dengan unit yang baru.

Apalagi waktu masalah bank summa, saat itu bisa saja Oom William menggunakan uang Astra untuk menutup kerugian, tapi saat itu Astra sudah Go Public, sedangkan bank Summa, diluar manajemen Astra. alhasil jalan keluarnya ketika maslah Bank Summa membesar Oom harus menjual seluruh kepemilikan Astra untuk menutupi kerugian.atau bisa saja Oom kabur keluar negri setelah menjual sahamnya, tanpa mengganti uang deposan nasabah, tapi tidak bagi Om nama baik adalah segalanya, kita boleh hilang harta tapi tidak dengan nama baik, apalagi nanti nama baik tersebut berimbas ke cucu Oom William, begitulah kata kata Oom William saat dituduh pada nasabah kalau ia ingin melarikan diri setelah menjual sahamnya.


4. Oportuniti dateng dari mana aja ketika kita mau bergerak.

Astra tidak dibentuk dan direncanakan untuk menjadi perusahaan yang bergerak di industri manufaktur, tapi justru karena ketidaksengajaanya Oom William dalam mengambil Peluang, Awal mula Astra menjual Truk berasal dari kesalahan Oom dalam mengambil pinjaman untuk proyek pemerintah, ternyata pinjaman tersebut tidak boleh digunakan untuk membiayai proyek pemerintah, maka dia berfikir, indonesia yang baru merdeka dan membutuhkan banyak pembangunan pasti butuh Truk, makan dia membeli truk dari chevrolet, namun karena truk tersebut harus dirakit, sedangkan di indonesia tidak ada tenaga ahli yang mumpuni untuk merakit truk tersebut, bahkan Oom William tidak punya gudang untuk menyimpat rakitan truk tersebut, dengan sikap pantang menyerah di tolak banyak perusahaan luar untuk membantunya, akhirnya dia berjodoh dengan Toyota, dan menjadi agen tunggal produk-produk Toyota.

Begiut juga pada saat dia sedang menggunakan kamar mandi dan dia bertemu dengan salah satu karyawanya, dia mengatakan kepada karywan itu kalau ada bisnis bagus untuk diusahakan. Dia mengatakan kepada karyawanya buat langsung esekusi aja, pake duit pribadi beliau,  untuk memulai bisnis tersebut, jadilah Saat ini Federal Oil yang sampe saat ini masih digunakan motor Honda, bahkan pada awal tahun 90an diajukan duluan untuk Go Public.


5. Tujuan membuat perusahaan selalu untuk memberikan lapangan pekerjaan dan membantu orang banyak.

Berkali-kali saya membaca kalimat, " Kita harus buka banyak lapangan pekerjaan, biar orang indonesia makin banyak yang kerja, negara ini makmur, pasti Astra juga ikutan"

Hal yang paling dibenci Oom adalah ketika harus menutup perusahaan dan memPHK para karyawanya, karena bagi Oom sebisa mungkin perusahaan harus diselamatkan, Oom William juga selalu bersemangat untuk membuat bisnis baru, bahkan disaat dirinya sudah umur 70an, dan hartanya habis, beliau masih bersemangat untuk membuat perusahaan. beliau masih ingin membantu banyak orang. 

Kata-kata tersebut bukan hanya kiasan, karena terbukti Astra beserta anak perusahaanya, membuka lapangan perkerjaan yang cukup banyak.

Keteguhan dan tujuan mulia Oom William dalam sumbangsih membangun negara ini, bagaimana beliau menjaga apa yang sudah menjadi visi hidupnya. mungkin saat meninggal Oom masih dapat menyadang status orang terkaya, tapi Oom William tidak lepas tangan, dia lebih memilih pergi dengan terhormat , bertanggung jawab atas masalah yang datang. Cerita dalam buku tersebut bisa saja disetting sesuai dengan kemauan penulis, tapi yang harus diketahui cerita ini bersumber dari semua orang terdekat beliau, dan hal-hal yang banyak dilupakan oleh sebagian orang di era matrealistis dan pamer menjadi hal yang biasa. buku ini kayanya cocok buat lo yang lagingalamin Quarter Life Crisis, karena sebenernya krisis hidup itu kayanya bukan di umur 20an aja, sebenernya selama kita hidup bakalan banyak crisis yang dateng, tinggal kita mau milih hadapin sebagai ksatria atau lari sebagai pecundang.

Bukunya ringan kok sekitar 679 halaman aja :) Tapi Worth it banget buat dibaca.