Idemu biasa saja
Sunday, 18 March 2018
Dicky Alamsyah
saya sering banget dengerin ide - ide temen, dari yang bagi saya itu gabisa di lakuin, idenya masuk akal dan brilliant, sampe ide paling sampah yang pernah saya denger.
mereka yang mengutarakan ide - ide itu, selalu berapi - api ketika menceritakanya, dan merasa idenya paling briliant.
terutama ide bisnis ya.
bahkan ada beberapa temen saya sampe takut banget idenya dicuri dan di contek orang.
alias apaansi.
di tempat lain, di belahan dunia lain. juga sudah ada orang yang punya pemikiran yang sama sepetimu, mungkin ratusan, ribuan, puluhan, bahkan jutaan, dan diantara orang itu, mereka ga cuma memikirkanya, bahkan sudah mulai dan menghasilkan sumber pendapatan untuk dirinya dan orang disekitarnya.
kalau ada yang bilang ide itu mahal nilainya, salah.
bagi saya ide baru mahal adalah ketika pencetusnya sudah berhasil membuktikan kepada orang di sekelilingnya bahwa hal itersebut works, jadi ketika kita bercerita tentang sebuah ide baru, orang di sekeliling kita tidak akan peduli, yang perlu kita lakukan adalah membuat ide itu menjadi sebuah aksi yang nyata, bukan hanya sekedar di kepala dan cerita.
selesai lebih baik dari pada berusaha sempurna.
apa yang sudah kamu lakukan setelahnya kamu pasti akan menemukan celah dan masalah baru yang kamu akan pelajari dan perbaiki, seperti kata kata panji yang selalu saya ingat
buat aja dulu
baru buat yang lebih baik.
bukan menjadi yang terbaik.
seiring berjalanya waktu, karya atau idemu tadi akan dewasa, karena proses belajar dari gagal, perbaiki dan buat yang lebih baik lagi.
stop ngerasa ide kalian paling bagus dan takut di contek. ga ada apa apanya kalau kalian ga ngapa-ngapain