Dicky Alamsyah Notes

Dicky Alamsyah Notes

© 2026 Dicky Alamsyah Notes.

Yang usang di sambut zaman

Yang usang di sambut zaman

Saturday, 30 April 2016 Dicky Alamsyah



Pukul 4 Pagi 

Kadang-kadang, kau pikir, lebih mudah mencintai semua orang dari pada melupakan satu orang Jika ada seorang terlanjur menyentuh inti jantungmu, Mereka yang datang kemudian hanya menyentuh kemungkinan-kemungkinan

Tidak Ada New York Hari Ini - Aan Mansyur

aku selalu merasa kembali dan pulang di setiap karya karya entah itu puisi, lagu, novel roman, film drama. aku selalu merasa dirumah, tempat tempat yang dulu aku pernah singgah, di hati orang yang pernah aku lalui.

lalu aku pernah ditinggalkan di jurang keterpurukan yang paling dalam, rasanya ? jangan pernah engkau tanya bagaimana rasanya, seperti petir menyambar seluruh tubuh, karena kepergianya secara tiba tiba.

aku juga pernah meninggalkan, aku juga pernah melakukan kesalahan, apakah aku merasa tenang saja ? tidak.

aku menghakimi diriku sendiri, aku bodoh.

tentunya orang yang pernah aku lalui adalah orang yang memang benar benar memberi arti, pernah memberikan harapan, kebahagiaan.

tapi aku tidak pernah melakukan suatu hal secara percuma, aku selalu tau apa yang aku perbuat, dan apa yang aku lakukan, semua punya alasan, entah kamu atau kalian semua mau bilang aku bagaimana, aku egois, aku pengacau, penghianat,

aku tidak tahu sampai kapan semua kebimbangan di masa sekarang atau semua kecemasan di masa mendatang semua ini akan berakhir.

dengan siapa hati yang sepi ini pada akhirnya dapat berlabuh, yang usang disambut zaman, yang di bunuh masa lalu, atau sebelum ada satupun menemukanku, jutru bumi lah yang lebih mencintaiku dan akhirnya aku menyatu denganya, ditelan sepi sampai menyatu dengan tanah.

tanpa ada seorangpun yang mau menemani.

tak ada seorangpun yang tahu dan tidak ada seorangpun yang mengerti.