Dicky Alamsyah Notes

Dicky Alamsyah Notes

© 2026 Dicky Alamsyah Notes.

Start where you are. Use what you have. Do what you can

Start where you are. Use what you have. Do what you can

Friday, 5 February 2016 Dicky Alamsyah
Judul diatas adalah quotes Arthur Ashe

Beberapa tahun belakangan ini gue selalu mencoba hidup dengan cara pandang yang salah, cara pandang bagaimana melihat suatu kebahagiaan, jalan jalan, pacaran, makan di tempat mahal, nonton film di bioskop. nongkrong di payung, gue selalu yakin cara cara itu adalah terbaik untuk "refreshing" cara untuk mencari hiburan, atas segala aktivitas yang membosankan.

setelah belakangan ini gue baru sadar bahwa kemarin kemarin banyak cara pandang gue yang salah, mari gue evaluasi satu persatu.

1. Kerjaan

Passion utama gue bukan soal di bisnis, dan uang tapi di keativitas dan yang kedua baru bisnis karena bagaimana pun  gue tetap harus menghasilkan uang untuk memenuhi semua kebutuhan, dari apa yang gue bisa dan gue mampu lakukan yaitu dari kreatifitas gue, sumpah gue pengen sampai tua ngelakuin hal ini sebagai mata pencaharian.

Selama ini gue emang pengen banget jadi bisnisman, tapi ada beberapa orang yang emang cocok cocokan buat bisnis, bukan berarti passionya di bisnis dan dia bakalan bisnis apa aja, itu yang baru gue sadari, passion gue adalah menjadikan hobby dan kreatifitas gue sebagai bisnis.

Belakangan ini gue sering dapet job design brand temen, design menu restoran temen, jadi photografer, dan jualan dari online shop. semua hal itu pada dasarnya gue masih belajar, ya teman teman gue yang biayain waktu belajar gue, waktu masa trial dan error gue, diri gue yang sebelumnya idealis setiap buat sesuatu sekarang lebih open minded, gue lebih ngedengerin apa mau client yang semuanya beda beda, selain itu point yang gue suka adalah gue belajar untuk memulai sesuau baru, setiap client pengenya ini itu gue bakalan cari tau bagaimana caranya ngelakuin ini itu tersebut.

Dan gue kadang harus ngasih sentuhan yang bagus, mesti bolak balik photoshop corel draw untuk ngedesign atau edit hasil photo, disinilah gue rela bahkan 24 jam nonstop kalau perlu di depan komputer , mau di ruang tamu, di dapur, di kamar gue di halaman, gue bebas ngelakuinya, dan ga pernah bosen, ya kadang gue membatasi diri gue untuk gak depan komputer terlalu lama. tapi disni poinya, walupun hasilnya belum terlalu banyak, nyatanya tingkat bahagia dan stress gue yang dulu gue rasain berkurang, dan alhamdulilah gue bisa nyicil sendiri uang kuliah dan hutang yang gue pinjem untuk buat bisnis yang sebelumnya.

2. Hiburan

Gatau kenapa otak gue selalu mengharapkan ekspetasi tinggi untuk mencari hiburan, Traveling, Nonton Bioskop, Makan di tempat yang mahal, Nongkrong di coffee shop, Nongkrong di payung, Merokok, Padahal dari finansial gue juga belum memumpuni untuk ngelakuin gaya hidup mewah kaya gitu padahal semuanya simpel

Contohnya untuk nonton film gue bisa nonton film gratis di nonton movie cukup dengan koneksi first media yang gue cintai ini, tinggal colok HDMI dari laptop ke Tv sambungin speaker / pake headphone matiin lampu kelar berasa di bioskop gue bisa marathon film, untuk traveling , waktu awal kuliah gue selalu berekspetasi setiap libur UAS harus jalan jalan mumpung muda, supaya bisa refreshing nanti pas masuk kuliah jadi seger lagi, pada kenyataanya gue malah pusing, siapa yang ga pusing abis jalan jalan dompet malah kek peci ,mungkin jalan jalan bukan bagian dari hiburan yang gue cari dan butuh saat ini, mungkin nanti disaat gue udah punya kebebasan finansial dan punya anggaran tersendiri untuk jalan jalan setahun sekali bahkan sebulan sekali.

3.Pacaran

Pada dasarnya gue keseringan dengerin lagu cinta, nonton video klip cinta cintaan, nonton film drama mungkin, dan gue masih aja mengharapkan jalinan asmara yang alurnya kayak di film, tapi ternyata gue belom mampu untuk megang komitmen itu sendiri, gue selalu berfikir gue bakalan lebih bahagia kalau punya pasangan, karena nanti bisa kemana mana ada yang nemenin, bisa sharing bareng, setiap hari ada yang merhatiin, kenyataanya, diri gue udah beda, gue juga bingung apa yang ngebentuk gue jadi orang yang individualis, punya pasangan bagi gue seolah olah mempersempit ruang gerak, entah gue yang individualis atau gue belum nemu pasangan yang pas, mungkin ?.

Tapi yang jelas gue pernah baca suatu quotes " jika kamu sendiri aja sudah bahagia apalagi kalau punya pasangan seharusnya lebih bahagia" kalau nyatanya punya pasangan buat gue malah serba salah, lebih baik gue menemukan kebahagiaan itu sendiri aja dulu, sekalian berbenah diri saat nanti jodoh gue akan datang, karena penerimaan akan datang dengan sendirinya.


Beberapa dari orang orang selalu mencari kebahagiaan yang dilakukan oleh orang sekeliling mereka, mereka mencoba menerapkan hal yang sama, dan menerapkan status standarisasi kebahagiaan dengan ekspetasi yang sangat tinggi, kita sudah terbuai dengan sosial media, Syahrini ngepost ig ke paris tiba tiba kita tercetus ide " wah keparis enak kali ya ", atau tiba tiba liat update rachel vennya jalan jalan sama pacarnya, " yang rachel ke maldives, kita jalan jalan yuk yang kemana kek yuk kelaut kek".

Padahal dari segi finansial kita belum mampu dan belum butuh hiburan semacam itu, banyak cara cara yang kita lupakan agar tetap bahagia tetap terhibur, salah satunya membuat orang tua kita tersenyum atas apa yang sudah kita capai, atau lakukan saja hal simpel apa yang bisa kita lakukan asal tidak menganggu kepentingan orang lain. atau memberi ilmu yang kita punya kepada orang yang baru ingin belajar, niscaya kalian akan bahagia tanpa merasa kosong setelahnya.

Kita tidak perlu takut kehilangan atas apa yang telah kita bagi, takutlah kita kehilangan akan rasa berbagi satu sama lain. Lakukanlah apa yang kamu suka, selama itu tidak mengganggu kepentingan orang lain, yaitu ketika kamu malukukanya kamu tidak memikirkan hal yang membuat kamu merasa bersalah dan menyesal karena telah melakukanya.